untukmu, yang mengatakan takut kehilanganku… takut aku benci lagi padamu… takut kau tak sebaik yang kukira…
Dinda, jujur, pernah kudamba
sosok pendamping
seperti Khodijah
seperti Aisyah…
seperti Fatimah…
seperti Hajar…namun aku sadar…
aku tak sehebat Muhammad SAW…
tak sesabar Ibrahim…
tak sebrilian Ali RA…
tak sebijak Lukman Hakim…kini aku hanya serahkan pada Alloh…
jika itu adalah kau, maka aku akan
sangat bersyukur…
kuterima kau apa adanya…
jika kaupun begitu…namun…
jika itu bukan kau, maka
kupastikan kau bahagia terlebih dahulu…
baru aku…selalu, dinda…
aku selalu takut…
takut tak mampu ikhlas jika kau bukanlah takdirku…
takut tak mampu bahagiakanmu jika kau takdirku…tapi ingatkah kau?
tentang rembulan dan matahari?
maka jika kau rembulan…
aku akan berusaha menjadi matahari…
menyinari dirimu dengan rasa sayangku…
namun jika Alloh tak mentakdirkannya…
maka biarlah aku menjadi embun pagi…
yang menemanimu, sebelum kedatangan matahari…
yang saat mataharimu datang…
aku, embun, akan segera menghilang…aku sayang kamu, sayang…
kuketik ini dengan rindu…
kukirimkan untukmu…
hanya untukmu…
hanya ada satu namamu dihatiku…
(udah malem… met bo2′ nyenyak ya…*cup*)
060907,11.25, mengenang malam2ku, yang penuh rindu…