brrrr…. dingin kurasakan malam ini. berbaring ditempat tidur, menunggu misscall darimu. yah, belum bisa aku bo2′ sebelum kamu misscall. lucu yah? gak juga. aku merasa khawatir. kamu kerja malem hari, dari sore. pulang harus melalui jalan yang panjang, lagi sepi. wajarlah, aku khawatir…
20.32 blum ada misscall. masih terbuka mataku. padahal biasanya jam 19.30-an aku dah bo2′, mempersiapkan mata dan tubuh agar bisa bangun malam. tapi sekarang tidak. yah, walaupun tetep saja aku bisa bangun malam walaupun sembil terkantuk-kantuk.
20.36 masih blum misscall. sudah lama aku nggak telp kamu yah? lama sekali, rasanya. mungkin disini teori relativitas Einstein berlaku. karena kayaknya bari seminggu yang lalu aku telp kamu yah? tapi kok sudah terasa lama sekali? yah, laki2 yang duduk bersama seorang wanita cantik akan merasa satu jam seolah satu menit, sementara laki2 yang duduk diatas kompor yang menyala akan merasa satu menit seolah satu jam. saat aku rindu, satu minggu pun akan terasa satu dekade…
20.42 belum misscall. kembali ke rindu. saat kita mencintai seseorang pasti kita merindu. apa aku mencintaimu? jadi bingung. cinta itu apa? apakah sebuah perasaan yang konkrit? atau hanya kumpulan perasaan-perasaan yang menjadi satu buklet hati? saat kita care, apa sudah bisa dikatakan cinta? apakah hanya karena kita sayang, or khawatir terhadap seseorang, maka kita sudah mencintainya? apakah itu wujud cinta? kalo begitu bukankah cinta seorang manusia tidak harus dimonopoli oleh seseorang yang lain? jadi alangkah salah, bukan, jika kita mengatakan pada seseorang kalau cinta kita hanya untuknya? maka dari itu aku tak pernah mau mengatakan aku cinta padamu. terlalu riskan.
20.52. masih menungu misscall. btw, apakah perasaan curiga itu juga tanda cinta? kadang sering sekali aku merasa curiga padamu. mungkin karena cemburu yang kadarnya tinggi dihatiku. apakah semakin tinggi tingkat kecemburuan kita, berarti semakin dalam juga cinta kita? kayaknya gak ada hubungannya. mungkin juga karena jarang ada komunikasi. yah, gimana mau komunikasi? telp aja sebulan sekali… sms aja gak ada isi. hah! benar2 hubungan yang aneh.
21.06. sekarang aku benar-benar khawatir. kamu bellum juga misscall. kumisscall HP-mu. sekali, dua kali. terpikir untuk menelp. tapi kuurungkan. mendengar suaramu saja aku sudah tak bisa berkata2. tapi kayaknya kamu juga begitu. apakah itu juga termasuk dalam bukti cinta? makanya, aku gak pernah mau sering-sering telp kamu. nggak berguna! memang, sebenernya aku bisa langsung tenang saat mendengar suaramu. tapi bukankah itu gak berarti apa2? tidak ada berita, ataupun kabar, dan akupun tak semakin tau dirimu. jadi tetap aku ada di prinsipku, yang kau juga setujui. cukup sms dan chat sesekali, dengan telp yang jarang. menjaga kualitas cinta.
21.10 semakin khawatir. apakah aku termasuk orang yang pacaran? aku juga bingung… kata temen, langsung nikah aja!! tapi aku malah lama2 dongkol ama orang2 yang seenaknya ngomong kayak gitu. emangnya nikah gampang brur?! kata mereka lagi, “ya kalo blum berani nikah, jangan deket2!!” kataku lagi, khan aku cuman sms-an… ntar kalo gak tak deketin takutnya kabur… hueheuheueheuheuh…
21.22 terdengar dering dari HP-ku. dendang “duhai kekasih hati…” nya snada yang kujadikan ringtone VIP-ku. kamu misscall. seperti biasa, lama. “khan sekalian dengerin NSP yang bagus…!!” katamu. btw, NSP-ku ku set lagu “alif kecil” ciptaan snada yang sekarang didendang ulang oleh grup band Dygta. seketika rasa lega menyelimuti hatiku. “tulilut!!” terdengar suara tanda SMS masuk. “mentari (kau selalu memanggilku mentari), rembulan dah pulang nih… mo bo2′, dah ngantuk. hi3. mentari bo2′ juga ya… biar besok gak telat sholat subuh.” aku tersenyum, dan segera membalas SMS darimu. “ya. met bo2′ya…mimpi indah. besok bangunin mentari yah rembuln… met bo2′ sayang..” yah, memang aku sering sms dengan sayang2an padamu. alhamdulillah kau tidak membalasnya serupa. hi3. cukup perhatian yang kubutuhkan. btw, apakah salah, kata “sayang”ku? ku misscall kamu sekali. sibuk. sekali lagi. masih sibuk. kuletakkan lagi HP-ku. kembali rasa curiga dan khawatir muncul. lima menit kemudian kucoba misscall dirimu lagi. kali ini masuk. kau segera membalasnya. tapi tetap saja aku bertany2 dalam hati. kenapa sibuk?
memang, perasaan yang kurasakan ditulisan ini pasti pernah dirasakan sebagian besar manusia didunia. mungkin hanya orang2 yang segera membasmi cinta mereka sebelum berkembang yang mampu mengantisipasi munculnya perasaan2 seperti itu. orang2 dimana aku sering bergaul dan beraktivitas. orang orang yang mengira aku memiliki hati seperti mereka. tapi tidak. aku sendiri masih bingung dengan hati ini. perasaan yang aneh…
LIMUNY 040907,11.24.32AM mengenang dua malam yang lalu