Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2007

Letto – Sebelum Cahaya

lagi di warnet, iseng browsing file-file lagu, nemu lagunya letto. jadi inget kamu… 

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta
ingatkan engkau kepada
embun [...]

Read Full Post »

CINTA LAKI-LAKI BIASA

  CINTA LAKI-LAKI BIASA
Asma Nadia
MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
“Kenapa?” tanya [...]

Read Full Post »

Tentang…

di padang hitam, duduk, diterangi sinar bulan dan desiran angin malam, berbincang dengan hati. 
tentang…
sebuah…
siapakah kau?
mungkin seorang penyair gagal.
namun entah mengapa, aku terus menulis.
penyair gagal? tidak juga.
setiap orang memiliki ide.
penyair gagal? penulis gagal?
adalah mereka yang tak pernah mau melakukan apa2 dengan ide-ide dibenak mereka.
aku hanya seorang yang mempunyai banyak ide dikepala dan harus dituangkan kedalam sebuah [...]

Read Full Post »

Untukmu…

untukmu, yang mengatakan takut kehilanganku… takut aku benci lagi padamu… takut kau tak sebaik yang kukira…

Dinda, jujur, pernah kudamba
sosok pendamping
seperti Khodijah
seperti Aisyah…
seperti Fatimah…
seperti Hajar…
namun aku sadar…
aku tak sehebat Muhammad SAW…
tak sesabar Ibrahim…
tak sebrilian Ali RA…
tak sebijak Lukman Hakim…
kini aku hanya serahkan pada Alloh…
jika itu adalah kau, maka aku akan
sangat bersyukur…
kuterima kau apa adanya…
jika kaupun begitu…
namun…
jika itu bukan kau, [...]

Read Full Post »

Surat Buat Isteriku (3)
dulu sebelum menikah,
aku berharap istriku seperti khadijah:
melindungi suaminya kala gemetar ketakutan
dengan hangat selimut kasih
dan dekapan sayang keibuan.
atau seperti Siti Hajar:
meski sendiri ditinggal di gurun kesepian
tapi selalu merajut kesetiaan
dan teguh memegang janji.
atau fatimah az-zahra:
tabah menjalani hari-hari dalam kesederhanaan
meski hanya tinggal di rumah kecil
berhiaskan prihatin semata
tapi ternyata,
akupun bukan muhammad Rasulullah
yang kata-katanya senantiasa dapat dipercaya.
atau [...]

Read Full Post »

Older Posts »